10 Cara Mengoptimalkan Situs WordPress Untuk Lebih Cepat

Wordpress

Menurut penelitian Microsoft baru-baru ini, rentang perhatian pengunjung web menurun dari 12 detik menjadi 8 detik. Hal ini semakin jelas bahwa pengguna web semakin tidak sabar. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 40% orang akan meninggalkan situs Anda jika memerlukan waktu lebih dari 3 detik untuk memuat.

Sementara itu, CMS WordPress secara default cukup ringan dan cepat. Tapi, jika Anda ingin situs yang lebih cepat, gunakan 10 tips berikut untuk untuk mengoptimalkan situs WordPress.

1. Mengoptimalkan database

WordPress adalah CMS yang sangat bergantung pada database, dan ini sangat berpengaruh pada kecepatan situs.

Berikut beberapa aspek yang menggunakan banyak databasae dan dapat menyebabkan situs Anda menjadi lambat:

Revisi post. Revisi post dapat dengan cepat menyumbat database Anda dan membuat situs Anda menjadi lebih lambat. Anda bisa menonaktifkan atau membatasi fitur revisi post ini. Buka file wp-config.php dan tambahkan kode berikut ini:

define(‘AUTOSAVE_INTERVAL’, 300); // seconds
define(‘WP_POST_REVISIONS’, 5);

Kode diatas akan memerintahkan WordPress untuk menyimpan maksimal 5 revisi post, dan akan menyimpannya dengan interval waktu 5 menit.

Jika Anda tidak ingin menambahkan kode sendiri, Anda bisa menginstal plugin Revision Control atau WP-Sweep untuk secara otomatis mengatur revisi posting.

Pingbacks dan trackbacks. Pingbacks dan trackbacks juga dapat menyumbat database, sehingga mungkin Anda perlu menonaktifkannya.

Komentar blog. Komentar blog mungkin bukan sesuatu yang buruk, kecuali Anda memiliki ribuan komentar spam yang mengambil space dalam database. Pastikan Anda selalu menghapus komentar spam untuk menghindari dari mengambil alih space memori.

Plugins. Beberapa plugins menyimpan data dan logs pada database. Awalnya, Anda mungkin menganggap plugins ini berguna, sampai Anda menyadari berapa banyak space yang yang telah digunakan oleh plugins tersebut.

2. Mengoptimalkan gambar

Ukuran gambar yang Anda tambahkan akan menambah waktu yang diperlukan untuk memuat situs Anda, ini terutama terjadi pada situs-situs yang menjalankan gambar-gambar berat, atau menggunakan gambar untuk semua artikel dan harus dimuat juga pada halaman utama.

Ada dua cara untuk mengoptimalkan gambar pada situs:

  • Optimasi dan mengecilkan ukuran gambar. Anda dapat melakukannya tanpa mengorbankan kualitas gambar.
  • Menunda gambar yang dimuat. Dengan cara ini, gambar tidak akan dimuat sampai pembaca scroll ke gambar yang dituju. Hal ini juga dapat membantu mencegah masalah loading situs.

Dengan mengoptimalkan gambar Anda, gambar dengan ukuran 2MB dapat dipotong menjadi 600KB tanpa mengorbankan kualitas gambar itu sendiri. Ini dilakukan dengan menghapus informasi yang terdapat dalam gambar yang tidak diperlukan pengguna. Anda dapat mengoptimalkan gambar pada situs WordPress menggunakan plugin WP Smush atau EWWW Image Optimizer.

3. Aktifkan Caching dan Expires Headers

Kebanyakan website bisa menjadi dua kali lebih cepat jika mengaktifkan caching. Caching bekerja dengan menyimpan versi dari situs Anda di cache browser pengunjung, sehingga secara otomatis mereka akan menyediakan versi cache setiap kali mengunjungi website Anda.

Cache dapat sangat efektif untuk meningkatkan kecepatan situs, dan dengan menjalankan caching penuh untuk situs Anda dapat meningkatkan kecepatan website dari 2.4 detik hingga 900 milidetik.

Anda dapat mengaktifkan caching pada website dengan menginstal plugin berikut:

  • WP Super Cache
  • WP Total Cache
  • WordFence (and then enable “Falcon Engine”)

Setelah mengaktifkan caching, Anda juga dapat mengaktifkan expires headers untuk membuat situs Anda lebih cepat, dengan memberitahu browser pengunjung Anda ketika meminta file tertentu dari server. Expires Headers dapat menghemat sumber data sever Anda dan menyediakan sebuah website yang lebih cepat untuk pengguna.

4. Aktifkan GZIP Compression

Apa tools favorit Anda untuk mengkompresi file ke format ZIP pada komputer Anda? 7-Zip? WinRar? Anda mungkin pernah mengkompres file berukuran 200 MB menjadi 40 MB. Bagaimana itu terjadi? Hal ini bisa Anda terapkan pada situs Anda untuk memastikan pengalaman situs yang lebih cepat.

GZIP Compression membantu mengkompres fule website Anda ke ZIP, dan menyediakan segala sesuatu yang lengkap untuk pengunjung. Dengan kata lain, pengalaman pengunjung website sama, tetapi situs Anda jauh lebih cepat karena pengunjung di mendapatkan versi terkompresi.

5. Gunakan CDN

Penelitian menunjukkan bahwa CDN dapat meningkatkan kecepatan website Anda hingga 60%.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi pengiriman konten, tetapi sebuah situs yang di host di Indonesia akan lebih cepat di akses dari koneksi internet di Indonesia daripada dari koneksi internet di Amerika. Tidak banyak yang dapat Anda lakukan dengan hal ini, orang dengan koneksi internet yang lebih dekat dengan lokasi situs Anda akan mendapatkan kecepatan yang lebih cepat, kecuali jika Anda menggunakan layanan CDN yang handal.

Dengan menggunakan CDN, memungkinkan Anda untuk mendistribusikan konten pada server di seluruh dunia sehingga pengunjung bisa mendapatkan versi yang terdekat dengan mereka. Sehingga, pengunjung yang mengunjungi situs Anda dari Asia akan disajikan versi situs di Asia, bukan versi utama di Amerika.

Ada banyak penyedia CDN populer, seperti layanan CDN Cloudflare (gratis) dan MaxCDN (berbayar).

6. Mengoptimalkan atau mengganti tema WordPress

Tema WordPress juga dapat berpengaruh pada loading situs. Jika Anda menggunakan tema WordPress yang membengkak, dan bergantung pada query eksternal, Anda akan mendapatkan website jauh lebih lambat dibandingkan dengan seseorang yang menggunakan tema yang dibangun sesuai standar.

7. Kombinasikan gambar background dengan gambar sprite

Tema WordPress Anda bergantung pada beberapa gambar background, dengan kombinasi perintah CSS, untuk menampilkan background yang rapi. Gambar background yang Anda lihat mungkin seperti terdiri dari 12 background yang berbebda. Hal ini tampak normal dan tidak ada yang salah sampai Anda menyadari bahwa 12 gambar mewakili 12 permintaan yang berbeda ke server dari browser pengunjung. Apa jadinya jika Anda bisa mengubah 12 gambar ini menjadi 1? Anda akan melihat peningkatan kecepatan yang drastis.

Dengan menggabungkan gambar background ke dalam gambar sprites, Anda bisa mengubah gambar background tema berbeda ke dalam 1 gambar, dan kemudian menggunakan CSS untuk menampilkan gambar. Hal ini dapat mengurangi jumlah byte dari browser pengunjung yang perlu di download.

8. Hanya gunakan Asynchronous untuk kode JavaScript

Anda mungkin pernah melihat Facebook downtime membuat down website atau membuatnya lebih lambat? Hal yang menarik adalah bahwa ini tidak hanya terjadi ketika Anda menginstal kode Facebook. Hal ini bisa terjadi ketika Anda menginstal kode dari situs apapun synchronously, terutama layanan analytics atau tracking. Jika kode dipasang synchronously pada situs Anda, kode harus dimuat pertama. Ini bergantung pada bagian kode, sebelum elemen lain pada situs Anda dimuat.

Dengan hanya menggunakan asynchronous untuk kode JavaScript, Anda dapat memastikan bahwa fungsi dari situs Anda benar dan cepat, terlepas dari apa yang terjadi pada server dari kode JavaScript yang Anda miliki di situs Anda.

9. Aktifkan HTTP Keep-Alive

Setiap kali pengunjung meminta file dari server Anda, setiap file akan dikirimkan secara individu. Masalah dari pendekatan ini adalah bahwa itu memungkinkan untuk membuka sambungan baru untuk setiap file, sehingga menyebabkan situs Anda lambat tergantung pada berapa banyak orang yang mengunjungi situs Anda sekaligus. Dengan mengaktifkan HTTP Keep-Alive, Anda memberitahu browser untuk memberikan semua file melalui sambungan tunggal. Dengan cara ini, koneksi akan dibiarkan terbuka sampai semua file yang dikirim, sehingga mengurangi jumlah sambungan terbuka pada server dan menghasilkan situs yang lebih cepat.

10. Gunakan hosting yang handal

Dari beberapa tips diatas, semua akan sia-sia jika Anda salah memilih penyedia web hosting. Syarat pertama dan utama disini adalah web hosting yang Anda gunakan harus dapat diandalkan dan memiliki uptime yang baik. Pastikan Anda melakukan penelitian sebelum benar-benar memilih web hosting untuk situs Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *