10 Tips Singkat Untuk Developer Drupal

drupal

Drupal adalah salah satu CMS open source yang memiliki fitur lengkap dan multi fungsi. Kita bisa mengelola seluruh isi website dengan mudah dan cepat. Drupal di distribusikan dibawah lisensi GPL, sehingga memungkinkan setiap developer baik individu maupun komunitas untuk mempublikasi, mengatur dan mengorganisir berbagai jenis dari isi/konten pada website. Bagi kalian yang sedang belajar menggunakan Drupal, berikut ada 10 tips singkat untuk developer Drupal.

1. Gunakan Git

Pertama dan terpenting, tidak peduli seberapa kecil project, gunakan CVS. Jika project kita private, checkout Bitbucket. Mereka memiliki tools yang luar biasa, setara dengan apa yang ditawarkan pada GitHub, kecuali kita memiliki private repo gratis.

Kebanyakan komunitas Drupal menggunakan Git secara luas. Ini akan memudahkan kita dalam mengelola project.

2. Gunakan Drupal Coding Standards

Drupal Coding Standards membantu setiap developer yang mengerjakan Drupal project untuk membuat coding yang konsisten dan ditulis dengan rapi.

Bahkan jika kita memiliki gaya sendiri dalam coding, kita tetap masih bisa bekerja pada sebuah Drupal project. Dengan mengikuti standar ini akan memudahkan orang lain untuk memahaminya. Terdapat juga tools yang bisa menganalisis dan memperingatkan kita jika terdapat kesalahan dalam coding.

3. Split code menjadi beberapa bagian

Ini adalah kesalahan yang sering terjadi ketika memulai membuat Drupal modules, yaitu meletakan semua code dalam satu file .module. Perlu dicatat bahwa, semua file .module akan di load untuk setiap kali request halaman. Jika file tersebut hanya terdiri dari beberapa ratus baris saja (termasuk komentar), mungkin itu tidak menjadi masalah. Tapi bagaimana jika terdapat lebih dari seribu baris code? Oleh karena itulah, penting untuk membagi code kita kedalam beberapa bagian/potongan.

Contoh:

  • [nama module].admin.inc: administration logic, settings, configuration forms
  • [nama module].pages.inc: page callbacks, module forms

4. Gunakan Views

Kerap kali, module menampilkan beberapa jenis output, listing nodes, pengguna atau entitas lainnya.

Menggunakan Views akan memungkinkan pemilik situs untuk menyesuaikan output sesuai kebutuhan mereka melalui interface, tanpa harus mengubah code.

5. Gunakan Drupal Development Conventions untuk Branching dan Tagging

Drupal memiliki convention untuk branching dan tagging di Git. Meskipun mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan project kita, tapi dengan berpegang pada prinsip ini mungkin salah satu ide yang bagus. Sebagai contoh:

  • Jangan gunakan master branch
  • Gunakan pola berikut untuk main branch: [Drupal compatibility].x-[Major version].x (contoh: 7.x-2.x). Ini menunjukkan dengan jelas versi Drupal dan versi module yang kita gunakan.
  • Gunakan pola berikut untuk rilis tagging: [Drupal compatibility].x-[Major version].[Minor version] (example: 7.x-2.11).

Jadi, jika ada setiap developer yang bergabung dengan project, mereka akan segera bisa mengerti dan memahminya.

Diluar 5 tips diatas, masih ada banyak sekali hal yang harus dipelajari dari Drupal seperti coding, kinerja, skalabilitas, dan fleksibilitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *