5 Hal yang Harus Anda Hentikan di Sosial Media

dosanddonts

Media sosial bergerak cepat. Apa yang menjadi hal keren pada hari Senin mungkin akan berlalu pada Rabu siang. Jadi, inilah daftar hal yang harus Anda hindari dan berhenti untuk dilakukan secara sosial agar saluran Anda tetap menjadi saluran yang terpercaya.

  1. Menggunakan Terlalu Banyak Hashtag

Karena hashtags akan membuat konten Anda lebih mudah ditemukan pada platform seperti Instagram dan Twitter, pengguna media sosial terkadang menggunakannya secara berlebihan.

Mengapa Anda harus berhenti melakukan ini: Terlalu banyak hashtag dapat membuat Anda terlihat spammy atau putus asa jika menggunakan kata kunci yang tidak relevan dengan pos Anda. Bahkan jika Anda mendapatkan followers, sering kali itu hanya jenis bot atau orang yang tidak sesuai target.

Apa yang dapat Anda lakukan sebagai gantinya: Fokuslah pada memilih hashtag yang tepat dan sesuai.

Aturan praktis yang bagus: tidak menggunakan hashtag lebih banyak daripada kata-kata dalam konten. Mintalah followers Anda memusatkan perhatian pada apa yang Anda katakan, bukan apa yang Anda buat hashtag.

2. Mencoba Untuk Melompat Pada Setiap Tren

Sebuah bisnis sering melompat pada topik yang sedang tren dan meme populer untuk memaksa diri mereka dalam percakapan atau agar dikenal.Mengapa Anda harus berhenti melakukan ini: Hanya karena ada desas-desus seputar topik, itu tidak berarti orang ingin mendengar dari Anda mengenai topik ini. Jika tidak relevan dengan merek dan target audiens Anda, usaha Anda akan tetap datar dan Anda mungkin akan kehilangan followers. Apa yang dapat Anda lakukan sebagai gantinya: Pastikan merek Anda benar-benar dapat memberi nilai tambah pada percakapan dan audiens Anda. Tanyakan pada diri Anda: Apakah yang Anda bagikan sangat relevan dengan merek dan audiens Anda? Jika tidak, sebaiknya jangan mempostingnya.

3. Menerbitkan Pesan Yang Sama Di Semua Platform 

Kami mengerti, pemasar sosial sibuk dan perlu menghemat waktu dimanapun mereka bisa. Tapi jangan lakukan ‘push out’ pesan yang sama persis di setiap channel. Mengapa Anda harus berhenti melakukan ini: Tidak setiap platform mendukung jenis konten yang sama. Twitter mendukung hashtag namun LinkedIn tidak melakukannya. Dan tentu saja, khalayak yang berbeda tinggal di jejaring sosial yang berbeda. Selain itu, pikirkan tentang penggemar Anda yang mengikuti Anda di banyak jaringan. Bayangkan betapa anehnya melihat pesan yang sama berulang-ulang? Apa yang dapat Anda lakukan sebagai gantinya: Gunakan strategi konten terdistribusi, yaitu tentang membuat konten unik untuk setiap platform. Ini memastikan Anda memberikan jenis konten yang sesuai dengan audiens tertentu untuk memastikan keterlibatan maksimal.

4. Tidak Menanggapi Dan Melibatkan Audiens Anda

Terlalu banyak bisnis yang masih menggunakan alat sosial secara ketat sebagai alat promosi. Mengapa Anda harus berhenti melakukan ini: Media sosial adalah percakapan dua arah. Ini bukan tempat untuk menyiarkan seberapa hebat bisnis Anda, setidaknya tidak sepanjang waktu. Platform jejaring sosial adalah tempat bagi orang untuk bertemu dan berinteraksi dengan merek Anda. Yang bisa Anda lakukan sebagai gantinya: Saat merencanakan jadwal posting media sosial, jangan lupa memasukkan waktu untuk keterlibatan. Ajukan pertanyaan kepada followers Anda, dorong mereka untuk berbagi umpan balik, dan selalu fasilitasi diskusi tentang bisnis, produk, dan apa yang Anda bagikan di media sosial. Dan jika Anda sudah mengajukan pertanyaan yang tepat, pastikan Anda melakukan tindak lanjut yang tepat.

5. Mengirimkan Pesan Terima Kasih Secara Otomatis

Ada saat ketika sebuah pesan otomatis adalah cara yang bagus dan mudah untuk membuat followers Anda merasa istimewa. Mengapa Anda harus berhenti melakukan ini: Pesan otomatis bisa menjadi tidak sopan. Ini seperti berlangganan daftar pesan broadcast yang tidak diminta siapa pun. Plus, tidak ada yang suka berbicara dengan robot. Jika mereka melakukannya, mengapa mempekerjakan seseorang untuk mengelola media sosial Anda? Apa yang dapat Anda lakukan sebagai gantinya: Luangkan waktu ekstra untuk menggali sedikit lebih dalam profil media sosial followers baru Anda. Lihat apakah Anda berbagi kesamaan atau apakah ada sesuatu untuk dihubungkan dengannya?  Seperti yang kita katakan, orang berada di media sosial untuk berinteraksi. Pertimbangkan untuk melakukan beberapa penelitian tambahan dan memasukkannya ke dalam DM Anda saat menjangkau followers baru.