6 Kesalahan Iklan Media Sosial yang Perlu Dihindari

3

Kita semua melakukan kesalahan, tapi jika menyangkut upaya periklanan media sosial maka kesalahan ini bisa berakhir dengan biaya banyak yang harus Anda bayar.

Berhenti Membuat 6 Kesalahan Iklan Media Sosial Ini

  1. Tidak Menetapkan Tujuan Yang Tepat

Sebelum berpikir untuk membuat satu iklan sosial Anda perlu tahu mengapa Anda melakukannya. Apakah Anda mencoba membangun kesadaran merek atau apakah Anda hanya berfokus untuk mendapatkan prospek? Pertimbangkan apa sebenarnya yang ingin Anda capai dengan kampanye iklan sosial tersebut.

Kami menyarankan untuk menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu. Alih-alih sebuah tujuan untuk “meningkatkan penjualan,” pikirkan persentase aktual (atau bisnis Anda) untuk meningkatkan penjualan dan berapa garis waktu Anda. Begitu Anda menetapkan sasaran bisnis ini, akan lebih mudah merencanakan kampanye Anda.

Jika Anda tidak membangun tujuan yang nyata, Anda tidak dapat menetapkan iklan yang sukses. Untuk mencari tahu jenis tujuan yang harus Anda setting, pikirkan pertanyaan audiens dan poin permasalahan yang perlu Anda hadapi.

  1. Tidak Menyesuaikan Iklan Dengan Platform Tertentu

Tidak semua iklan diciptakan sama. Setiap jaringan sosial memiliki persyaratan dan spesifikasi yang berbeda untuk iklan sosial yang mereka hosting dan jika Anda tidak mengoptimalkan konten iklan Anda untuk mematuhi ini, Anda akan menyakiti peluang sukses Anda.

Anda perlu memikirkan platform dan iklan apa yang akan dijalankan, dan juga jenis perangkat apa yang digunakan. Spesifikasi untuk jaringan yang berbeda penting untuk diperhatikan sehingga Anda dapat memastikan iklan terlihat sebaik mungkin.”

  1. Lupa Untuk Memantau Iklan

Jika Anda lupa atau tidak tahu bagaimana untuk memantau iklan dengan benar, Anda bisa menghabiskan banyak biaya untuk hal ini. Pastikan Anda menghapus penempatan atau penargetan yang paling mahal (kelompok usia, lokasi, dan demografi lainnya) di sepanjang jalan untuk memaksimalkan efisiensi biaya iklan Anda.

Saat memonitor iklan dengan cermat, Anda dapat dengan cepat membuat keputusan seperti menjeda atau menghentikan iklan yang kinerjanya tidak berkinerja baik. Ini memungkinkan Anda menyalurkan anggaran tersebut ke iklan yang berkinerja terbaik. Pemantauan iklan dapat memberi Anda kesempatan untuk melakukan penyesuaian yang pada akhirnya akan memberikan hasil yang lebih baik.

  1. Tidak Tahu Bagaimana Mencapai Target Audiens

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari iklan media sosial, Anda harus memastikan bahwa konten yang dibagikan sesuai dengan target audiens. Misalnya, jika ada bagian konten yang berkaitan dengan pemasaran konten video, pastikan Anda menargetkan orang-orang yang memiliki kepentingan di bidang tersebut atau judul pekerjaannya sesuai dengan topik yang Anda promosikan.

  1. Lupa Untuk Merencanakan Anggaran

Ketika membuat iklan, salah satu kesalahan terbesar manajer media sosial adalah tidak merencanakan anggaran sebelumnya. Kami merekomendasikan perencanaan anggaran Anda sebelum satu bulan saat iklan dimulai. Ini berarti menguraikan semua taktik yang Anda rencanakan untuk bulan yang akan datang dan mengalokasikan pengeluaran khusus untuk setiap taktik. Jika Anda tidak merencanakan ke depan, Anda akan bertanya-tanya dari mana anggaran Anda dan akan sulit mengukur keberhasilan setiap kampanye dengan tepat.

Kami merekomendasikan cara mudah ini untuk mengelola anggaran:

  • Bangun spreadsheet dengan semua taktik iklan sosial
  • Buat kolom untuk anggaran yang dialokasikan dan satu untuk pembelanjaan sebenarnya
  • Pastikan Anda memperbarui spreadsheet secara konsisten sehingga tidak kehilangan jejak

Penting untuk mengetahui bagaimana membagi anggaran di antara taktik yang telah disusun. Anda mungkin melihat dari bulan ke bulan terdapat format tertentu, seperti video, jauh lebih hemat biaya daripada yang lain. Ini merupakan indikasi bagi Anda untuk membuat iklan dengan format tertentu dan menyesuaikannya dengan anggaran yang ada.

Kesalahan-kesalahan yang dijelaskan di atas bisa membuat Anda tetap sukses di media sosial. Dengan memastikan iklan Anda terorganisir, mengingat pengeluaran sehari-hari, dan membuat keputusan cerdas tentang format iklan, Anda dapat menghindari kesalahan ini dan membuat iklan sosial Anda bekerja dengan baik.

5 Hal yang Harus Anda Hentikan di Sosial Media

dosanddonts

Media sosial bergerak cepat. Apa yang menjadi hal keren pada hari Senin mungkin akan berlalu pada Rabu siang. Jadi, inilah daftar hal yang harus Anda hindari dan berhenti untuk dilakukan secara sosial agar saluran Anda tetap menjadi saluran yang terpercaya.

  1. Menggunakan Terlalu Banyak Hashtag

Karena hashtags akan membuat konten Anda lebih mudah ditemukan pada platform seperti Instagram dan Twitter, pengguna media sosial terkadang menggunakannya secara berlebihan.

Mengapa Anda harus berhenti melakukan ini: Terlalu banyak hashtag dapat membuat Anda terlihat spammy atau putus asa jika menggunakan kata kunci yang tidak relevan dengan pos Anda. Bahkan jika Anda mendapatkan followers, sering kali itu hanya jenis bot atau orang yang tidak sesuai target.

Apa yang dapat Anda lakukan sebagai gantinya: Fokuslah pada memilih hashtag yang tepat dan sesuai.

Aturan praktis yang bagus: tidak menggunakan hashtag lebih banyak daripada kata-kata dalam konten. Mintalah followers Anda memusatkan perhatian pada apa yang Anda katakan, bukan apa yang Anda buat hashtag.

2. Mencoba Untuk Melompat Pada Setiap Tren

Sebuah bisnis sering melompat pada topik yang sedang tren dan meme populer untuk memaksa diri mereka dalam percakapan atau agar dikenal.Mengapa Anda harus berhenti melakukan ini: Hanya karena ada desas-desus seputar topik, itu tidak berarti orang ingin mendengar dari Anda mengenai topik ini. Jika tidak relevan dengan merek dan target audiens Anda, usaha Anda akan tetap datar dan Anda mungkin akan kehilangan followers. Apa yang dapat Anda lakukan sebagai gantinya: Pastikan merek Anda benar-benar dapat memberi nilai tambah pada percakapan dan audiens Anda. Tanyakan pada diri Anda: Apakah yang Anda bagikan sangat relevan dengan merek dan audiens Anda? Jika tidak, sebaiknya jangan mempostingnya.

3. Menerbitkan Pesan Yang Sama Di Semua Platform 

Kami mengerti, pemasar sosial sibuk dan perlu menghemat waktu dimanapun mereka bisa. Tapi jangan lakukan ‘push out’ pesan yang sama persis di setiap channel. Mengapa Anda harus berhenti melakukan ini: Tidak setiap platform mendukung jenis konten yang sama. Twitter mendukung hashtag namun LinkedIn tidak melakukannya. Dan tentu saja, khalayak yang berbeda tinggal di jejaring sosial yang berbeda. Selain itu, pikirkan tentang penggemar Anda yang mengikuti Anda di banyak jaringan. Bayangkan betapa anehnya melihat pesan yang sama berulang-ulang? Apa yang dapat Anda lakukan sebagai gantinya: Gunakan strategi konten terdistribusi, yaitu tentang membuat konten unik untuk setiap platform. Ini memastikan Anda memberikan jenis konten yang sesuai dengan audiens tertentu untuk memastikan keterlibatan maksimal.

4. Tidak Menanggapi Dan Melibatkan Audiens Anda

Terlalu banyak bisnis yang masih menggunakan alat sosial secara ketat sebagai alat promosi. Mengapa Anda harus berhenti melakukan ini: Media sosial adalah percakapan dua arah. Ini bukan tempat untuk menyiarkan seberapa hebat bisnis Anda, setidaknya tidak sepanjang waktu. Platform jejaring sosial adalah tempat bagi orang untuk bertemu dan berinteraksi dengan merek Anda. Yang bisa Anda lakukan sebagai gantinya: Saat merencanakan jadwal posting media sosial, jangan lupa memasukkan waktu untuk keterlibatan. Ajukan pertanyaan kepada followers Anda, dorong mereka untuk berbagi umpan balik, dan selalu fasilitasi diskusi tentang bisnis, produk, dan apa yang Anda bagikan di media sosial. Dan jika Anda sudah mengajukan pertanyaan yang tepat, pastikan Anda melakukan tindak lanjut yang tepat.

5. Mengirimkan Pesan Terima Kasih Secara Otomatis

Ada saat ketika sebuah pesan otomatis adalah cara yang bagus dan mudah untuk membuat followers Anda merasa istimewa. Mengapa Anda harus berhenti melakukan ini: Pesan otomatis bisa menjadi tidak sopan. Ini seperti berlangganan daftar pesan broadcast yang tidak diminta siapa pun. Plus, tidak ada yang suka berbicara dengan robot. Jika mereka melakukannya, mengapa mempekerjakan seseorang untuk mengelola media sosial Anda? Apa yang dapat Anda lakukan sebagai gantinya: Luangkan waktu ekstra untuk menggali sedikit lebih dalam profil media sosial followers baru Anda. Lihat apakah Anda berbagi kesamaan atau apakah ada sesuatu untuk dihubungkan dengannya?  Seperti yang kita katakan, orang berada di media sosial untuk berinteraksi. Pertimbangkan untuk melakukan beberapa penelitian tambahan dan memasukkannya ke dalam DM Anda saat menjangkau followers baru.

Tips Marketing Sosial Media Tahun 2017

Top-Social-Media-Marketing-Trends-For-2017.png

Secara umum, pemasaran atau marketing di sosial media semakin berkembang. Selain berkembang, pemasaran sosial media juga selalu berubah-ubah sepanjang waktu. Agar tetap mengikuti perkembangan pemasaran, Anda perlu untuk tetap up to date dengan strategi dan trik terbaru. Berikut adalah beberapa tips marketing di sosial media tahun 2017 yang perlu Anda ketahui.

  1. Live Video

Selama beberapa bulan terakhir, kita semua telah melihat live video tersedia di Facebook. Berbagai bisnis sebaiknya menggunakan teknologi ini dengan lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2016, 14% dari pemasar mencoba live video dalam pemasaran mereka. Ini tampaknya akan meningkat menjadi 43% pada tahun 2017. Adanya live video yang tersedia di Periscope, Facebook, Instagram, dan Snapchat, mengharuskan Anda untuk menargetkan video yang dibuat. Pikirkan platform mana yang sering digunakan target audiens Anda dan fokus menggunakan live video di sana. Dengarkan umpan balik yang diberikan dan tanyakan apa yang ingin orang lain lihat dari video Anda. Pantau statistik situs Anda untuk melihat apa yang paling bekerja.

  1. Penjadwalan

Beberapa pemasar saat ini menggunakan aplikasi penjadwalan di sosial media. Aplikasi seperti Tailwind akan memudahkan Anda untuk terlihat seperti pengguna yang aktif. Para pemasar menggunakan aplikasi ini untuk mengatur sosial media mereka. Anda juga dapat menggunakannya untuk berbagai platform.

  1. Konten Yang Menghilang Dalam 24 Jam

Snapchat pertama kali memperkenalkan fitur untuk berbagi konten yang dapat menghilang dalam beberapa jam. Menjelang akhir 2016, Instagram juga memperkenalkan fitur serupa yang memungkinkan pengguna berbagi konten yang dapat menghilang dalam waktu 24 jam. Anda bisa menggunakan fitur ini untuk strategi pemasaran di sosial media. Gunakan video singkat atau gambar untuk menunjukkan kepribadian bisnis Anda. Hal ini cukup sederhana namun mampu meningkatkan loyalitas dan kepercayaan audiens.

  1. Personalisasi

Personalisasi pemasaran memungkinkan Anda untuk memasarkan bisnis ke pengguna tertentu, bukan mengadakan kampanye secara luas untuk semua orang. Personalisasi pemasaran menggunakan likes, komentar, dan keterlibatan dari audiens Anda untuk menunjukkan kepada mereka apa yang ingin mereka lihat. Jadi, tetap up to date dengan perkembangan dan tren yang terjadi saat ini. Dengan begitu, Anda bisa meningkatkan pemasaran yang sesuai dengan keinginan audiens Anda.

  1. Penjualan

Platform sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Pinterest menawarkan pengguna mereka kesempatan untuk membeli langsung dari iklan di situs web dan aplikasi mereka. Snapchat juga bereksperimen dengan teknologi ini. Manfaatkan sosial media untuk menjual secara langsung dan menyederhanakan proses pembelian bagi pelanggan. Hal ini dapat meningkatkan penjualan secara besar-besaran selama periode waktu yang singkat. Banyak pengguna dari sosial media melakukan pembelian karena adanya dorongan dari iklan bisnis tersebut. Jadi, menyajikan konten dengan gambar atau video yang eye catching bagi pengguna dapat menghasilkan banyak perubahan.